Sebab merupakan kewajiban orang uzur: menciptakan mayapada keluarga, yang diliputi intensitas bakti kepada Allah serta percintaan lawan sesama sedemikian rupa, jadi menunjang koherensi pendidikan pribadi dan sosial anak-anak mereka. Maka keluarga itulah lingkungan pendidikan pertama keutamaan-keutamaan supel, yang dibutuhkan oleh di setiap masyarakat. Tentang hal terutama pada keluaraga masehi, yang diperkaya dengan limpahan serta pikulan Sakramen Pertalian, anak-anak sudah sejak dini harus diajar mengenal Yang mahakuasa serta memuliakan kepada-Nya dan mengasihi sesama, seturut ketentuan yang sudah tersebut terima di Baptis. Disitulah anak-anak medapati pengalaman baru masyarakat manusia yang makmur serta Gereja.
Juga, pendahuluan Petrus tidak memberikan seruan respons fisikal, atau semacam undangan buat “pengambilan dekrit. ” Ia pasti tak meminta mereka untuk membawa tangan tersebut, maju ke depan, ataupun menyuruh itu “menaikan ciri orang berdosa. ” Ia hanya memohon mereka buat bertobat & kemudian meluluskan diri dibaptis. Itulah beberapa pemikiran saya tentang khotbah Petrus itu sendiri. Pemikiran-pemikiran inilah nun menuntun saya ketika saya berkhotbah. Akan tetapi saya mesti memberikan wahid pikiran hamba yang belakang. “Maka bangkitlah Petrus muncul dengan kesebelas rasul tersebut, dan dengan suara nyarik ia berkata kepada itu … “Dengan suara nyaring” ia berkata ketika ia berkhotbah.
Kita harus menghadapinya. Tidak menawarkan saudara sendiri ke perbudakan seperti nun Saudara Yosef lakukan adalah permulaan dengan baik, apalagi bertengkar memiliki aturannya. Keluarga yang bertengkar dengan cantik telah menunaikan 10 Perintah Tuhan. Sebagai contoh: tidak menyebut nama Tuhan dengan sembarangan begitu sedang bertengkar, berkata tepat walaupun hendak menyakitkan, dll. Anggota keluarga yang bertingkuh untuk kelebihan pribadi kekeringan kesempatan serta perasaan untuk berjuang bersama, dan unggul sebagai kru. Keluarga Protestan yang mahir memeriksa temperamennya, menghormati kelebihan dan rendah masing-masing, dan selalu ingat bahwa halangan membuat kita menjadi bertambah kuat.